

Saat anak-anak lain bermain atau beristirahat di rumah, Suhaelan justru memilih berjuang. Ia berkeliling menjajakan snack dan jajanan ringan dengan harapan bisa membawa pulang sedikit uang untuk kebutuhan dirinya dan sang ibu.

Keuntungan yang didapat sangat kecil. Dari harga Rp2 ribu, Suhaelan hanya memperoleh sekitar Rp300 perak. Bahkan ketika seluruh dagangannya habis terjual, ia hanya bisa mendapat Rp5 ribu. Jumlah itu harus cukup untuk membeli makan dan obat bagi ibunya yang sakit-sakitan.
Perjuangan menjadi lebih berat karena Suhaelan hidup dengan kondisi difabel. Kakinya tumbuh tak sempurna sehingga menyulitkannya untuk berjalan, sementara keterbatasan dalam berbicara membuatnya sulit berinteraksi dengan orang lain. Meski demikian, ia menolak menyerah pada keadaan.

Di balik semua usahanya, ada satu alasan yang selalu membuat Suhaelan bertahan. Sejak kehilangan ayahnya, sang ibu adalah satu-satunya keluarga yang ia miliki. Karena itulah ia rela melakukan apa saja agar sang ibu tetap bisa bersamanya.
Ia takut jika harus hidup seorang diri tanpa ibunya. Ketakutan itulah yang membuatnya mengambil tanggung jawab untuk mencari nafkah.

Perjuangan Suhaelan sangat layak kita bantu, karena bantuan kita adalah penyemangat bagi Suhaelan untuk terus melangkah serta memenuhi kebutuhan hidup dan pengobatan sang ibu. Mari berikan bantuan terbaikmu dengan cara:
![]()
Belum ada Fundraiser