
Di usia 83 tahun, Bah Samsudin masih harus berjalan kaki puluhan kilometer setiap hari untuk mendapatkan penghasilan. Beliau berjualan gorengan milik orang lain. Dari setiap perjuangannya berkeliling, Bah Samsudin hanya membawa pulang sekitar Rp20 ribu sehari.

Namun perjuangan itu harus dilakukan dengan kondisi kedua matanya mengalami katarak, sehingga pandangannya buram dan hanya bisa melihat samar-samar. Bayangkan, di tengah penglihatan yang semakin terbatas, Bah Samsudin tetap memanggul dagangan dan berjalan begitu jauh menyusuri jalan. Hanya demi mencari beberapa ribu rupiah untuk dibawa pulang.

Ironisnya, perjalanan sejauh itu pun belum menjamin dagangannya laku. Tak jarang Bah Samsudin harus duduk di pinggir jalan dengan gorengan yang masih tersisa, menunggu pembeli yang belum tentu datang.
Sementara di rumah sederhana, sang istri menanti kepulangannya. Penghasilan sekitar Rp20 ribu itulah yang harus diandalkan untuk memenuhi kebutuhan mereka berdua.

Di usia senja, Bah Samsudin masih memaksakan diri untuk bekerja karena tak ingin menyerah pada keadaan. Tapi dengan kondisi mata yang semakin terbatas, sanggupkah beliau terus berjalan puluhan kilometer setiap hari?
Kini, mari ringankan perjuangan Bah Samsudin dan istrinya. Bantuanmu dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari serta pengobatan mata Bah Samsudin, agar beliau bisa mendapatkan kehidupan yang lebih layak tanpa harus terus mempertaruhkan keselamatan demi mencari nafkah.
Satu bantuanmu mungkin terlihat sederhana, tapi bagi Bah Samsudin dan istrinya, itu bisa menjadi harapan untuk bertahan di usia senja.
![]()
Belum ada Fundraiser