
Bagaimana rasanya jadi satu-satunya Bapak pondok untuk ratusan santri? Menahan pedih di hati, Bapak pondok rela tak digaji dan berhutang beras berkali-kali demi para santrinya.

Abi Ziyad adalah Bapak pondok yang menanggung derita di atas. Bertahun-tahun, Abi Ziyad berjuang untuk ratusan santri di Pondok Pesantren Maroko.


Sebagian besar santri tak punya siapa-siapa di hidupnya. Di pondok inilah mereka merasakan sedikit kehangatan keluarga. Tapi, keterbatasan membuat mereka hanya bisa hidup sekadarnya.

Abi Ziyad tak digaji! Ia justru memilih hidup sederhana sehari-hari. Untuk memenuhi kebutuhan dirinya, keperluan pondok, serta biaya makan ratusan santri, Abi Ziyad bekerja serabutan mengambil eceng gondok dan menjual pakan ternak. Meski hanya mendapatkan upah belasan ribu, namun Abi Ziyad tak pernah berhenti berusaha.
Terdapat hari-hari ketika Abi Ziyad terpaksa berhutang demi bisa beli beras untuk makan santri. Dalam hati, Abi Ziyad ingin mengusahakan lebih dengan cara menyediakan lauk lezat untuk teman makan nasi. Namun, barangkali hanya nasi yang bisa disajikan.
Mimpi yang dimiliki Abi Ziyad tak lebih dari memberi tempat belajar sekaligus tempat tinggal yang layak bagi santri yatim dan dhuafa. Sedih melihat bagaimana pondok di perkotaan bisa memberikan kehidupan yang sejahtera dan serba cukup untuk santrinya. Sementara itu, ratusan santri di Pondok Pesantren Maroko sering menahan lapar dan mengubur keinginannya untuk sekedar bisa makan dengan lauk yang enak.
Teman Baik, hari ini kita bisa jadi bagian dari perjuangan Abi Ziyad dan adik-adik santri!


Mari bantu ringankan beban mereka agar tetap semangat belajar dan menghafal Al-Qur’an!
Salurkan donasi terbaikmu dengan cara:
Klik “DONASI SEKARANG”
Masukkan nominal donasi
Pilih metode pembayaran
Ikuti instruksi untuk menyelesaikan pembayaran
Setiap rupiah yang kamu kirimkan akan menjadi harapan baru bagi anak-anak yang sedang belajar menghafal Al-Qur’an di tengah kesederhanaan. Terima kasih atas niat baikmu ya, Teman Baik!
![]()
Belum ada Fundraiser