
Bagi Kek Suud, jarak belasan kilometer bukan halangan untuk berjuang. Bahkan dengan kaki yang pincang, Kek Suud memaksakan diri demi mengais rupiah dan bertahan hidup.
Sejak kecelakaan yang dialaminya, langkahnya tak lagi sempurna. Di usia 70 tahun, ia menyusuri jalan untuk memungut rongsokan satu per satu. Apa pun yang bisa dijual, ia kumpulkan.

Dari semua usaha itu, hasil yang dibawa pulang sering kali hanya sekitar Rp10.000, jumlah yang bahkan sering tak cukup untuk membeli sebungkus nasi.
Mirisnya, Kek Suud juga hidup sebatang kara. Tak ada yang bisa ia mintai tolong dan harus menjalani semuanya sendirian.

Kek Suud harus terus memaksakan diri hidup dalam kondisi yang terbatas. Padahal di usianya sekarang, harusnya ia bisa hidup lebih layak dari apa yang kini dijalaninya. Di tengah kesulitan hidup, Kek Suud butuh bantuan kita sekecil apapun.

Walau terasa sederhana, bagi Kek Suud itu sangat berarti untuk bisa menjalani hari dengan lebih baik. Mari berikan bantuan terbaik dengan cara:
![]()
Belum ada Fundraiser