
Memasuki pertengahan tahun 2025, belum juga ada tanda-tanda meredanya krisis kemanusiaan di Palestina. Menurut data dari WHO, lebih dari 70% fasilitas kesehatan di Gaza terpaksa berhenti beroperasi. Bukan tanpa sebab, namun karena kerusakan tingkat tinggi yang menyebabkan peralatan medis tak lagi memenuhi standar. Selain itu, bangunan yang rusak juga memperburuk keadaan, sebab warga Palestina tahu betul bahwa proses pemulihan tak bisa dilakukan dalam waktu dekat. Dalam situasi genting ini, program infaq Palestina dimaksudkan sebagai salah satu jalan nyata demi menunjang kehidupan mereka yang berjuang keras menghadapi realita pahit.
Infaq Palestina sebagai Langkah Pemulihan Rumah Sakit yang Hampir Lumpuh Total
Di daerah Gaza, hanya tersisa 10% rumah sakit yang masih beroperasi. Laporan dari UN OCHA menunjukkan bahwa dari persenan rumah sakit yang masih beroperasi, hanya beberapa yang sanggup menerima dan menangani pasien. Sebab, keadaan genting seperti terbatasnya pasokan listrik dan peralatan medis masih menjadi permasalahan utama.
Potret penanganan pasien yang dilakukan di satu ranjang berisikan beberapa pasien atau di lorong dingin rumah sakit seperti menjadi pemandangan yang biasa. Jika tak begitu, pasien tak bisa ditangani sebagaimana mestinya. Mau tak mau, para pasien pun berpasrah ketika ditangani bersamaan di satu ranjang atau di lantai dingin.
Bayi hingga Lansia Menjadi Korbannya
90% bayi terdeteksi malnutrisi akut, di mana mereka tak mendapatkan asupan seperti yang seharusnya. Banyak yang bahkan tak bisa diselamatkan karena tak ada nutrisi pengganti bagi mereka. Tak kalah tragis, para bayi yang lahir prematur kehilangan akses inkubator begitu saja. Tak terhitung berapa ibu yang bersedih merelakan buah hatinya meninggal di pelukannya. Bayi yang tak berdosa harus menanggung ketidakadilan dunia yang kejam.
Tak hanya para bayi, lansia pun menjadi korban dari krisis kelengkapan dan kesediaan medis. Berbagai kebutuhan mendesak seperti tabung oksigen dan alat bedah darurat tak tersedia di semua rumah sakit. Maka, banyak lansia yang tak tertangani dan terpaksa dipulangkan dengan kondisi yang belum pulih.
Melalui infaq Palestina, kebutuhan mendesak yang dibutuhkan rumah sakit untuk bisa beroperasi menjadi terpenuhi. Perlahan tapi pasti, rumah sakit di Palestina bisa pulih dan beroperasi kembali seperti sebelumnya. Hal ini juga meringankan beban para tenaga medis untuk memberikan penanganan terbaik.
Setiap Detik Berharga, Setiap Nyawa Butuh untuk Diselamatkan
Selain sektor medis, krisis yang sama melanda aspek pangan. Warga sipil yang nutrisinya terpenuhi bisa dihitung jari. Kelaparan dan kekurangan gizi tak lagi menjadi sesuatu yang langka. Di setiap rumah sakit, terdapat pasien yang butuh penanganan karena kondisi malnutrisi.
Permasalahan di atas datang melalui berbagai induk masalah, seperti kurangnya pasokan pangan dan buruknya distribusi pangan. Tak semua daerah bisa menjangkau bala bantuan. Pada akhirnya, para warga hanya mengandalkan sepotong roti dan air dari sumber yang tak higienis. Dengan asupan itu sebagai sumber makanan sehari-hari, tak heran jika kesehatan para warga sipil kian memburuk. Lebih parahnya lagi, anak-anak hingga balita terpaksa kehilangan masa pertumbuhannya karena krisis asupan bergizi.
Solusi Cepat Melalui Infaq Palestina!
Infaq Palestina memungkinkan distribusi bantuan yang paling dibutuhkan oleh warga yang sedang berjuang untuk bertahan. Melalui infaq Palestina, penyaluran bantuan akan menyasar daerah-daerah yang lama menghadapi krisis. Harapannya, warga yang selama ini menantikan bantuan bisa pulih dan selamat.
Untuk menjadi cahaya yang terus menghidupkan harapan mereka, hanya butuh sedikit rasa kemanusiaan. Sebab, kita semua hidup pada dunia yang sama; yang setiap detik kita lewati dengan ketenangan, justru mereka hadapi dengan pertaruhan nyawa.
Hari ini, mari hadir untuk Palestina dan bantu penuhi kebutuhan dasar ribuan jiwa yang terdampak krisis kemanusiaan. Untuk info lengkap mengenai penggalangan dana yang masih berlangsung, silakan cek di tautan berikut.
