Dampak Iran dan Israel gencatan senjata
Dampak Iran dan Israel gencatan senjata

Dunia kembali menyoroti wilayah Timur Tengah. Beberapa bulan belakangan, dilaporkan sejumlah serangan bergantian dari Iran dan Israel. Akhirnya, kedua negara tiba pada titik kesepakatan, yakni gencatan senjata. Namun, apa sebenarnya dampak Iran dan Israel gencatan senjata? Apa perubahan yang dibawa terhadap stabilitas kawasan, termasuk wilayah Palestina?

Dampak Iran dan Israel Gencatan Senjata Terletak pada Kedua Tangan Negara Tersebut

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), tidak ada definisi tunggal untuk “gencatan senjata” yang diterima secara universal. Istilah ini berasal dari militer, yaitu “cease fire” atau perintah untuk menghentikan tembakan, lawan dari “open fire”. Artinya, keadaan gencatan senjata mengharuskan kedua belah pihak yang telah sepakat untuk tidak saling melancarkan serangan, baik fisik maupun non-fisik.

Meski sudah mengacu pada arti gencatan senjata di atas, namun pada praktiknya masih banyak negara yang menindaklanjuti kesepakatan hanya semata-mata sebagai jeda strategis. Bahkan, banyak yang berpendapat bahwa gencatan senjata yang Iran dan Israel sepakati adalah langkah mundur sebelum memetakan ulang serangan di kemudian hari.

Pada intinya, gencatan senjata yang disepakati suatu negara tak sesederhana kedengarannya. Meski seharusnya mengacu pada ketentuan dan peraturan yang ada, tak jarang negara-negara di luar sana memutuskan untuk menyepakati gencatan senjata sebagai pereda situasi, bukan untuk perdamaian jangka panjang.

Nasib Kawasan Dunia sebagai Dampak Iran dan Israel Gencatan Senjata

Dikutip dari Anadolu melalui Tempo (26/06), Iran telah membuka sebagian wilayah udaranya, “Wilayah udara di bagian timur negara kini kembali dibuka untuk penerbangan domestik, internasional, serta pesawat yang melintas di wilayah udara Iran,” ujar Majid Akhavan, juru bicara Kementerian Jalan Raya dan Pembangunan Perkotaan Iran. Dengan arti lain, Iran telah mengendurkan siaga militer dan memberikan tanda lahirnya stabilitas di tengah kesepakatan gencatan senjata yang ada.

Namun, muncul pertanyaan lainnya, “Apakah deeskalasi ini berpengaruh pada serangan yang dilancarkan Israel ke Palestina?”. Sayangnya, jawabannya adalah belum. Hingga saat ini, penjajahan dan agresi Israel kepada Palestina masih tak menunjukkan perubahan. Bom dan serangan lainnya masih diberikan demi melumpuhkan Palestina.

Laporan lapangan dari organisasi kemanusiaan juga menunjukkan bahwa pasokan bantuan masih terhambat. Blokade pun masih diberlakukan di banyak titik sehingga menyulitkan warga Palestina untuk menerima bantuan. Anak-anak di Palestina kelaparan hingga meninggal karena kondisi malnutrisi. Penyakit menular merajalela di mana-mana harus berhadapan dengan kondisi rumah sakit yang berhenti beroperasi karena serangan bom. Palestina masih dan akan terus menjadi sasaran dominasi militer dari Israel.

Tak hanya aksi kekerasan Israel yang sudah disebutkan di atas, laporan terkini dari Al Jazeera juga menyebutkan bahwa Israel tetap melakukan kekerasan, termasuk menembaki warga sipil Palestina bahkan di tengah masa gencatan senjatanya bersama Iran. Berbicara soal isu kemanusiaan, masih jauh perjalanan yang harus ditempuh menuju tujuan akhir, yakni titik damai.

Perlu Perkuat Tekanan Diplomatik

Pada akhirnya, dampak Iran dan Israel gencatan senjata masih berfokus pada kedua negara yang terlibat, belum menyentuh kepada konflik yang terjadi di luar itu. Jika dilihat dari konflik genosida Israel dan Palestina, jelas belum terlihat tanda perubahan apa pun. Sebab, tak bisa dipungkiri terdapat harapan dari publik dunia untuk melihat perubahan positif bagi rakyat Palestina.

Jika ditinjau lebih dalam lagi, genosida yang dilakukan Israel—blokade jalur Gaza, pengeboman, hingga penggusuran tanah tak kunjung meredakan penderitaan rakyat Palestina. Agresi tetap berjalan tanpa peduli hal lain di luar yang sekiranya dapat membuahkan dampak.

Situasi dan kondisi di atas adalah simbol urgensi untuk memperkuat tekanan diplomatik terhadap Israel. Jika Israel bisa menyetujui gencatan senjata dengan Iran seperti yang berlaku saat ini, mengapa Israel tak bisa sepakat dengan gencatan senjata yang sama dengan Palestina?