Cahaya Peduli

QS. Al-Baqarah: 185

‘Bulan Ramadan adalah (bulan) yang didalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang benar dan yang batil).’

Berdasarkan ayat di atas, jelas bahwa Ramadan adalah bulan istimewa bagi seluruh umat Muslim. Tak lain dan tak bukan, hal itu dikarenakan turunnya Al-Qur’an yang berperan sebagai petunjuk hidup kehidupan manusia selama di dunia. Dengan lahirnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, terdapat tuntunan hidup dan pedoman akan yang baik dan yang salah serta yang halal dan yang haram. Sudah merupakan kewajiban bagi umat Muslim untuk menaati peraturan yang terkandung dalam Al-Qur’an, sebab yang tertulis di dalamnya adalah apa yang datang dari Allah.

Pada Al-Qur’an, terdapat anjuran untuk saling berbagi dan peduli sesama umat Muslim, terutama di bulan suci Ramadan. Untuk mengetahui keutamaan berbagi di bulan Ramadan, simak tulisan di bawah!

Keutamaan Berbagi di Bulan Ramadan dan Amalan yang Dilipatgandakan!

Di bulan Ramadan, terdapat anjuran untuk memperbanyak amal saleh. Selain untuk memperkaya diri dengan amalan baik sekaligus memperberat timbangan amal, hal ini juga diperlukan untuk mendekatkan diri kepada ridha Allah. Salah satu amalan baik yang dianjurkan untuk melatih kebiasaan sosial adalah dengan berbagi. 

Pada bulan Ramadan, tak semua Muslim berkesempatan untuk sahur dan berbuka. Padahal, dua hal tersebut merupakan ibadah sunnah. Tak heran, sebab di hari biasa pun banyak masyarakat yang tak mampu makan untuk dua kali, atau bahkan tak makan sama sekali. Maka, gambaran makan di jam sahur dan berbuka bisa menjadi sesuatu yang asing bagi sebagian Muslim. Jadi, jika seorang Muslim memudahkan Muslim lainnya untuk menjalankan ibadah sahur dan berbuka, maka pahala akan mengalir sebagai ganjarannya.

‘Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa untuk berbuka, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun.’
(HR. Tirmidzi) 

Dari hadis di atas, dijelaskan bagaimana istimewanya membantu sesama Muslim untuk sahur dan berbuka. Selain untuk mengamalkan hadis Rasulullah, aksi berbagi ini juga merupakan simbol bentuk kasih sayang dan kepedulian kepada saudara sesama Muslim.

Adab Memberi dalam Islam

Jika sudah memiliki niat untuk berbagi, jangan lupa untuk mematuhi adab memberi dalam Islam. Berikut tiga poin terpenting dalam memberi:

  1. Ikhlas karena Allah.
  2. Menjaga perasaan dan kehormatan penerima bantuan.
  3. Memberi dari harta yang baik dan halal, jauhkan dari segala bentuk haram. Ingat bahwa segala yang haram akan terus mengalir sebagai sesuatu yang haram. Jika membagikan sesuatu yang bermuara dari keharaman, maka hukum haram tersebut akan terus menjadi haram.

Sebagai cerminan akhlak seorang Muslim, usahakan untuk selalu memiliki hati dan niat yang suci serta bersih. Niatkan seluruh amalan untuk beribadah agar bisa lebih kaya akan ridha Allah, bukan semata-mata untuk mendapatkan pengakuan atau perhatian dari manusia lainnya.

Jika sudah mengamalkan keutamaan di bulan Ramadan dibarengi dengan pengamalan adab memberi yang baik dan dianjurkan dalam Islam, Insya Allah kita satu langkah lebih maju untuk membentuk pribadi yang rendah hati, memiliki kepekaan, dan dermawan.

Menjadikan Ramadan sebagai Awal Kebiasaan Berbagi 

Ramadan bisa diartikan sebagai momentum untuk melatih kedermawanan. Harapannya, Ramadan dapat membuat kita semua menjadi seorang Muslim yang dicintai dan dirahmati Allah. Maka, di sisa waktu menjelang Ramadan ini, mari niatkan dan persiapkan hati dan jiwa untuk menjadi cahaya yang menerangi kehidupan bersama.