
Lebih dari 15% pengungsi Palestina mengalami dampak kesehatan serius akibat suhu ekstrem, termasuk hipotermia dan infeksi pernapasan. Setidaknya dari bulan Desember hingga Maret, Palestina dilanda musim dingin ekstrem dengan suhu terendah hingga 0°. Hadir membawa bantuan demi meringankan beban mereka yang terdampak, Cahaya Peduli Islam melangsungkan penyaluran bantuan musim dingin Palestina.
Perjuangan Warga Palestina di Tengah Musim Dingin
Sebelum musim dingin melanda, jutaan warga Palestina sudah kesulitan akibat konflik berkepanjangan yang ada. Mulai dari pangan, air bersih, hingga tempat tinggal, warga Palestina tak memiliki jaminan atas satu hal pun. Lebih parah lagi, dalam dua tahun terakhir, lebih dari 200 warga Palestina meninggal akibat cuaca dingin yang parah. Mayoritas korban adalah anak-anak dan lansia yang tinggal di kamp pengungsian dengan fasilitas yang sangat minim.
Untuk itu, memasuki musim dingin membawa mereka kepada ketakutan yang tak bisa diartikan. Di kamp pengungsian yang hanya berupa tenda tipis, mereka berlindung. Bahkan ada yang susah payah melindungi bayi dan lansia secara bersamaan.
Bisa dibayangkan betapa ringkihnya tenda tipis jika diterpa angin dan diguyur hujan terus-menerus. Dengan keadaan minim fasilitas, ratusan nyawa syahid karena tak mampu menahan penderitaan selama musim dingin tersebut.
Kurangnya pemanas dan keterbatasan pakaian hangat menjadi hal yang tak mudah untuk dipenuhi. Tak banyak warga yang memiliki dana untuk melindungi diri dari musim dingin. Alhasil, kehilangan seakan menjadi hal yang biasa terjadi semasa sulit itu.
Penyaluran Bantuan Musim Dingin Palestina: Mendatangkan Harapan Baru untuk Para Nyawa yang Berjuang di Tengah Musim Dingin
Penyaluran bantuan musim dingin Palestina adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi krisis kemanusiaan yang melanda. Kehangatan dan pasokan listrik terbatas memperburuk keadaan. Setiap harinya, mereka hanya bertahan di balik tenda tanpa penghangat yang cukup.
Jika malam datang, muncul dua ketakutan yang pasti—suhu yang semakin rendah dan ancaman bom yang bisa datang kapan saja dan di titik mana saja. Selama itu juga, anak-anak dilanda trauma mendalam. Di usianya yang masih dini, mereka terpaksa tidur di tengah kekhawatiran.
Tak hanya itu, blokade juga memperparah situasi yang ada. Bantuan medis dan logistik menjadi terhambat, membuat warga kesulitan mendapatkan obat-obatan dan makanan yang cukup.
Penyaluran Bantuan Musim Dingin Palestina: Pemenuhan Kebutuhan Mendesak Warga Palestina
Tak hanya menahan pedih karena suhu ekstrem, warga Palestina juga merasakan krisis kemanusiaan yang lebih lagi dari sebelumnya. Untuk bertahan di tengah kesulitan itu, warga Palestina membutuhkan bantuan langsung, meliputi:
- Pakaian hangat.
- Bahan bakar dan pemanas.
- Stok pangan untuk jangka panjang.
- Obat-obatan dan kelengkapan medis lainnya.
Bisa dibayangkan, tanpa itu semua, bagaimana warga Palestina bisa bertahan? Jika tak ada yang terpenuhi, maka penderitaan yang ada akan terasa semakin nyata. Untuk itu, hal sesederhana selimut dan stok pangan ternyata sangat berarti di masa sulit mereka.
Bersama Cahaya Peduli Islam, Jadi Bantuan yang Selama Ini Mereka Butuhkan!
Cahaya Peduli Islam Hadir dengan program penyaluran bantuan musim dingin Palestina. Harapannya, warga Palestina dapat merasakan kehangatan yang diberikan. Bagi warga yang masih berjuang di kamp pengungsian lantaran sudah tak punya tempat tinggal dan warga lainnya di mana pun mereka berada, semoga bantuan Winter Packet dari Cahaya Peduli Islam memungkinkan warga Palestina untuk hidup lebih layak dibandingkan sebelumnya.


Terima kasih banyak kepada Teman Peduli yang sudah berbaik hati membantu warga Palestina memenuhi kebutuhan demi mereka bertahan. Ke depannya, mari terus bersama menjadi cahaya bagi sesama.